Makalah Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD - PGSD STKIP MODERN NGAWI

 

MAKALAH

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD

( Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Perkuliahan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD) 

 

 

Dosen Pengampu : Sofyan Susanto, M.Pd

 

Disusun oleh :

Iriana Melati S        (18011019)

Karisma Anis L      (18011022)

Mafika Nurdia B    (18011026)

Novi Ayu F           (18011031)

Puspita Winda S    (18011032)

 

 

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

STKIP MODERN NGAWI

TAHUN 2020



KATA PENGANTAR

 

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena berkat petunjuk dan bimbingan-Nya saya berhasil menyelesaikan makalah dengan  judul“PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD” ini untuk mmenuhi salah satu tugas mata kuliah pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia sd yang diampu oleh Sofyan Susanto,M.Pd.

Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak sekali mengalami kesulitan karena kurangnya ilmu pengetahuan.Namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya makalah ini dapat terselesaikan meskipun banyak kekurangan.Saya menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penyusunan makalah ini.Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif untuk kesempurnaan makalah ini.

Saya berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagai bahan pembelajaran dimasa yang akan datang. Amin.

 

 

Ngawi, 15 Oktober 2020

 

 

 

 

(Penyusun)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii

DAFTAR ISI........................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1

1.1  Latar Belakang..................................................................................................... 1

1.2  Rumusan Masalah................................................................................................ 1

1.3  Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................... 2

2.1  Definisi Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD............................. 2

2.2  Prinsip-Prinsip Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD................... 2

2.3  Macam Keterampilan Dasar Mengajar................................................................. 4

2.3.1 Keterampilan Bertanya............................................................................... 4

2.3.2 Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran....................................... 5

2.3.3 Keterampilan Penguatan............................................................................. 6

2.3.4 Keterampilan Menjelaskan.......................................................................... 6

2.3.5 Keterampilan Mengadakan Variasi............................................................. 7

2.3.6 Keterampilan Diskusi Kelompok Kecil...................................................... 8

2.3.7 Keterampilan Mengelola Kelas................................................................... 11

BAB III PENUTUP............................................................................................................. 13

3.1  Kesimpulan.......................................................................................................... 13

3.2  Saran.................................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 14



BAB I

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pada hakekatnya pembelajaran bahasa, khususnya bahasa Indonesia yaitu belajar berkomunikasi dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis serta untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia dalam segala fungsinya yaitu sebagai sarana berpikir atau bernalar.

Perkembangan bahasa Indonesia berada pada kondisi masyarakat Dwibahasa yang bersifat dinamis.Perkembangan tersebut juga dikendalikan oleh perubahan zaman sesuai dengan tuntutan era globalisasi.Kondisi tersebut sudah hampir dipastikan memberikan dampak kepada pendidikan yang dilaksanakan saat ini.Permasalahan yang diakibatkan oleh kondisi tersebut senantiasa muncul dan berpengaruh kepada pencapaian hasil yang diharapkan.

Sebagai upaya sadar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, maka diperlukan solusi untuk berhadapan dengan masalah tersebut. Salah satu solusinya adalah pemerintah membuatkan kebijakan untuk melandasi perkembangan yang perlu dipertimbangkan melalui pendidikan; termasuk perkembangan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan bahasa Indonesia yang dilaksanakan melalui tataran pendidikan harus memedomani kurikulum.

Untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) pengembangan bahasa Indonesia harus memedomani kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia. Sebagai pelaksana pendidikan di SD, guru mengembangkan bahasa Indonesia kepada peserta didik dengan berpedoman kepada kurikulum. Ada sejumlah pertimbangan menurut kurikulum yang harus dilaksanakan oleh guru di SD, sehingga perkembangan bahasa Indonesia pada masyarakat dwibahasa mencapai hasil yang optimal.

 

1.2    Rumusan Masalah

1)      Apa pengertian pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia SD?

2)      Apa saja prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia SD?

3)      Apa saja macam-macam keterampilan mengajar dalam pengembangan pembelajaran bahasa indonesia SD?

 

1.3    Tujuan Penulisan

1)      Mengetahui pengembangan bahasa Indonesia SD.

2)      Mengetahui pentingnya pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia SD.

3)      Mengetahui macam-macam keterampilan mengajar dalam pengembangan pembelajaran bahasa indonesia SD.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.       Definisi Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD

Pengembangan pembelajaran adalah upaya menciptakan variasi pembelajaran yang meliputi tujuan, indikator, materi, pengalaman belajar (pendekatan, model, metode, strategi), evaluasi, sumber, dan media pembelajaran.

Menurut Suparman, 1991 pengembangan pembelajaran sebagai suatu proses yang sistematik meliputi identifikasi masalah, pengembangan strategi dan bahan instruksional, serta evaluasi terhadap strategi dan bahan instruksional dalam mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. 

Pengembangan pembelajaran bahasa indonesia SD merupakan suatu usaha yang dilakukan guru untuk meningkatkan pembelajaran bahasa indonesia yang disesuaikan dengan kurikulum pendidikan, sehingga akan membentuk atau menghasilkan variasi baru dalam hal pendekatan, metode serta strategi dalam pembelajaran bahasa indonesia untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

 

2.2.       Prinsip-prinsip Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD

Prinsip-prinsip pengembangan bahasa Indonesia menurut kurikulum pendidikan di Sekolah Dasar disesuaikan dengan tuntutan perubahan masyarakat dan kebijakan pemerintah Republik Indonesia. Dalam rasional Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, dijelaskan bahwa perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini, kurikulum sekolah dasar pun perlu mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan paradigma tuntutan saat ini. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan ajar serta cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan pedoman penyelenggaraan pembelajaran tertentu. Dihubungkan dengan pengembangan bahasa Indonesia di sekolah dasar, kurikulum merupakan seperangkat rencana dan peraturan mengenai tujuan, isi dan bahan ajar serta cara yang digunakan untuk mencapai tujuan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan pembelajaran tertentu. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Dengan pertimbangan tersebut, dikembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Untuk itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Untuk operasional pengembangan bahasa Indonesia di sekolah dasar, maka ituperlu disesuaikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar. Pengembangan kurikulum, menurut peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Atas dari itu, pengembangan kurikulum, khususnya perihal pengembangan bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan sekolah dasar mengacu kepada standar isi dan standar lulusan serta panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan. Prinsip-prinsip pengembangan, menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP, 2007: 3-4) adalah:

1)      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

2)      Beragam dan terpadu.

3)      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4)      Relevan dengan kebutuhan kehidupan.

5)      Menyeluruh dan berkesinambungan.

6)      Belajar sepanjang hayat.

7)      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

Apabila prinsip-prinsip tersebut dihubungkan dengan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua maka pembelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) harus memenuhi prinsip-prinsip tersebut. Apabila hal tersebut dihubungkan dengan peserta didik atau siswa SD yang menjadi subjek perkembangan bahasa Indonesia, maka bahasa Indonesia harus dikembangkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan tersebut, maka ada sejumlah pertimbangan untuk pengembangan bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar, antara lain:

1)      Bahasa Indonesia dikembangkan untuk meningkatkan potensi siswa dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional serta menunjang keberhasilan siswa dalam mempelajari ilmu pengetahuan atau mata pelajaran di Sekolah Dasar.

2)      Bahasa Indonesia dikembangkan kepada siswa untuk mendukung perilaku berbahasa lisan (menyimak dan berbicara) maupun berbahasa tulis (membaca dan menulis).

3)      Bahasa Indonesia dikembangkan kepada siswa untuk mediasi dalam mengenal dirinya sendiri, budayanya dan budaya orang lain.

4)      Bahasa Indonesia dikembangkan kepada siswa untuk media analisis dan antisipasi tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

5)      Bahasa Indonesia dikembangkan kepada siswa untuk keperluan penyebarluasan penggunaan bahasa Indonesia yang berkaidah baik dan benar serta sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bangsa Indonesia. Dengan diajarkan bahasa Indonesia kepada siswa di sekolah dasar, perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dapat diupayakan. Siswa sebagai peserta pembelajaran dipandang sebagai agen pengembangan bahasa Indonesia. Dengan pembelajaran bahasa Indonesia, perkembangan bahasa Indonesia dapat terus dilanjutkan sehingga dicapai kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.

 

 

 

2.3.       Macam-Macam Ketrampilan Dasar Mengajar

Menurut Turney terdapat 8 keterampilan mengajar/membelajarkan yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, diantaranya:

2.3.1    Keterampilan Bertanya

Bertanya merupakan suatu unsur yang selalu ada dalam proses komunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas.

Melalui keterampilan bertanya guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir di kalangan siswa dan sekaligus dapat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar di kalangan siswa. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan pengelolaan kelas dan sekaligus pengelolaan instruksional menjadi lebih efektif. Selanjutnya dengan kemampuan mendengarkan guna dapat menarik simpati dan empati di kalangan siswa sehingga kepercayaan siswa terhadap guru meningkat yang pada akhirnya kualitas proses pembelajaran dapat lebih di tingkatkan. Macam-macam Keterampilan Bertanya :

a.       Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya dasar terdiri atas 7 komponen. Ketujuh komponen-komponen itu sebagai berikut:

·      Pengajuan pertanyaan secara jelas dan singkat. Hal ini bertujuan agar pertanyaan yang diberikan guru mudah dipahami oleh siswa.

·      Pemberian acuan, acuan dapat diberikan pada awal pertanyaan maupun sewaktu-waktu saat guru akan memberikan pertanyaan. Acuan tersebut berupa informasi yang perlu diketahui siswa. Hal ini bertujuan sebagai pedoman  bagi siswa dalam menjawab pertanyaan.

·      Pemusatan, yaitu memfokuskan perhatian siswa agar terpusat pada inti masalah tertentu sesuai dengan pertanyaan.

·      Pemindahan giliran, siswa pertama memberikan jawaban, kemudian guru meminta siswa kedua melengkapi jawaban siswa pertama, lalu siswa ketiga dan seterusnya. Hal ini dapat mendorong siswa untuk selalu memperhatikan jawaban yang diberikan temannya serta meningkatkan interaksi antarsiswa.

·      Penyebaran, berarti menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Guru menunjukkan pertanyaan kepada seluruh siswa kemudian menyebarkan pertanyaan secara acak sehingga semua siswa siap untuk mendapat giliran.

·      Pemberian waktu berpikir, guru mengajukan pertanyaan kemudian menunggu beberapa saat untuk siswa berpikir bar kemudian meminta atau menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan.

·      Pemberian tuntunan, agar siswa yang tidak bisa menjawab atau siswa yang bisa menjawab namun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan setelah memperoleh tuntunan dari guru siswa tersebut akan mampu memberikan jawaban yang diharapkan.

 

b.      Ketrampilan bertanya lanju, merupakan lanjutan dari bertanya dasar yang mengutamakan usaha pengembangan kemampuan berfikir siswa. Komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri dari:

·      Pengubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan, guru diharapkan memberikan pertanyaan yang bersifat pemahaman, aplikasi (penerapan), alalisis dan sintesis, evaluasi, dan kreasi. Pertanyaan yang bersifat ingatan hendaknya dibatasi sesuai dengan sifat materi dan karakteristik siswa.

·      Pengaturan urutan pertanyaan, agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang secara baik dan wajar. Pertanyaan pada tingkat tertentu hendaknya dimantapkan, kemudian beralih ke tingkat pertanyaan yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan agar tidak membingungkan siswa dan tidak menghambat perkembangan kemampuan berpikir siswa.

·      Penggunaan pertanyaan pelacak, hal ini bertujuan agar guru dapat membimbing siswa untuk mengembangkan jawabannya.

·      Peningkatan terjadinya interaksi, merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan keterlibatan mental intelektual siswa secara maksimal.

 

2.3.2    Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Membuka pelajaran (set induction) adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Adapun tujuan membuka pelajaran antara lain, yaitu :

·           Menarik perhatian siswa

·           Menumbuhkan motivasi belajar siswa

·           Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan.

Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar. Tujuan kegiatan menutup pelajaran yaitu untuk memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai hasil belajar yang telah dikuasainya.Kegiatan-kegiatan dalam menutup pelajaran misalnya,  Merangkum atau membuat garis besar permasalahan yang dibahas, memberikan tindak lanjut, dan lain-lain.

2.3.3    Keterampilan Penguatan

Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.

a.         Tujuan Pemberian Penguatan

Penguatan mempunyai pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan sebagai berikut:

·       Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran.

·       Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar.

·      Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif.

b.      Jenis-jenis Penguatan

·       Penguatan verbal

Penguatan verbal biasanya diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya.

·       Penguatan nonverbal

Penguatan nonverbal terdiri dari penguatan gerak isyarat, penguatan pendekatan, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh (partial).

 

2.3.4   Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui.

Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa di dalam kelas, dan biasanya guru lebih mendominasi pembicaraan dan mempunyai pengaruh atau dapat mempengaruhi siswa melalui penjelasan dan perkataan yang disampaikannya, sehingga terkadang siswa menuruti apa yang disampaikan oleh guru, dengan kata lain siswa mempercayai bahwa penjelasan dari guru itu benar,  misalnya dalam memberikan fakta, ide atau pendapat. Oleh karena itu, penjelasan guru haruslah tidak rancu di mana bisa mengakibatkan salah pengertian bagi siswa.

a.         Tujuan keterampilan menjelaskan antara lain:

·      Membimbing siswa untuk dapat memahami ilmu pengetahuan secara objektif dan bernalar.

·      Melatih siswa untuk senantiasa berkonsentrasi dalam menyimak penjelasan guru sehingga melibatkan mereka untuk berpikir sambil memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.

·      Untuk mendapat respon dan umpan balik (feed back) siswa mengenai tingkat pemahamannya serta untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.

·      Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dengan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah tersebut.

·      Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi siswa karena pada umumnya pembicaraan lebih didominasi oleh guru daripada oleh siswa.

 

b.        Prinsip-prinsip keterampilan menjelaskan antara lain:

·      Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah maupun di akhir pembelajaran tergantung kebutuhan dan kondisi.

·      Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.

·      Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.

·      Materi yang dijelaskan harus bermakna bagi peserta didik.

·      Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik

 

2.3.5   Keterampilan Mengadakan Variasi

Keterampilan mengadakan variasi adalah suatu proses perubahan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan serta berubahnya mood siswa dalam proses pembelajaran untuk menerima bahan pengajaran yang di berikan guru dan memusatkan perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran. Keterampilan mengadakan variasi ini juga dapat digunakan untuk penggunaan lketerampilan mengajar yang lain, seperti dalam menggunakan keterampilan bertanya, memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya.

 

 

a.          Tujuan keterampilan mengadakan variasi

·           Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran

·           Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.

·           Meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar dengan melibatkan siswa dengan berbagai tingkat kognitif.

b.         Komponen-komponen keterampilan mengadakan variasi

·           Variasi dalam gaya mengajar

-   Penggunaan variasi suara

-   Pemusatan perhatian siswa

-   Kesenyapan guru

-   Gerakan badan dan mimik

-   Pergantian posisi guru dalam kelas

·           Variasi dalam penggunaan media pembelajaran

-   Variasi yang dapat dilihat : Seperti grafik, bagan, poster, gambar, film, dan slide.

-   Variasi media yang dapat didengar : Seperti Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi, puisi, sosiodrama, telepon.

-   Variasi media yang dapat diraba, di manipulasi dan di gerakan : Seperti, peragaan yang di lakukan oleh guru atau siswa, model, patung, topeng, dan boneka yang dapat di gunakan anak untuk di raba, di pergerakan dan di manipulasi.

-   Variasi media yang dapat dilihat : Seperti, film, televisi, slide projektor yang di iringi penjelasan guru.

c.    Prinsip-prinsip keterampilan penggunaan variasi

·           Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan variasi yang wajar dan beragam dianjurkan dalam prinsip ini. Sedangkan pemakaian yang berlebihan akan menimbulkan kebingungan dan dapat mengganggu proses belajar mengajar.

·           Variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu proses pembelajaran.

·           Variasi harus direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.

 

 

 

 

2.3.6   Keterampilan Diskusi Kelompok Kecil

Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah melaksanakan kegiatan membimbing peserta didik agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil secara efektif dalam rangka mencapai indikator.

a.         Karakteristik diskusi kelompok kecil

·      Melibatkan kelompok arang yang anggotanya antara 3-9 orang (idealnya 5-9 orang)

·      Berlangsung dalam interaksi secara bebas (tidak ada tekanan dan paksaan ) dan langsung, artinya semua anggota kelompok mendapat kesempatan untuk saling beradu pandang dan saling mendengarkan serta saling berkomunikasi dengan yang lain.

·      Mempunyai tujuan tertentu yang akan dicapai dengan kerjasama antar anggota kelompok.

·      Berlangsung menurut proses yang teratur dan sistematis, menuju suatu kesimpulan.

b.        Komponen keterampilan diskusi kelompok kecil

·        Memusatkan perhatian, dengan cara sebagai berikut :

-          Menyampaikan kembali tujuan diskusi dan bagaimana cara mencapainya. Untuk membantu siswa memahami topik diskusi guru dapat membantu dengan mengajukan pertanyaan seputar topik yang sedang dibicarakan. Pertanyaan harus focus dan bersifat menantang siswa untuk tahu banyak hal tentang topik tersebut,

-          Menyampaikan masalah-masalah khusus dan pada saat diskusi terlihat melenceng, guru mengingatkan kembali tentang hal tersebut,

-          Mencermati setiap penyimpangan yang terjadi dan selalu mengingatkan supaya setiap kelompok kembali pada rambu-rambu yang telah disepakati,

-          Membuat kesimpulan pada akhir subpermasalahan, untuk menghimpun pendapat-pendapat siswa tentang subtopik tersebut. pendapat dan gagasan siswa di dalam kelompok bisa dimanfaatkan guru untuk meningkatkan hasil diskusi kelompok.

·           Memperjelas masalah dan memberikan urun, dengan cara sebagai berikut:

-          Menguraikan kembali atau merangkum sumbangan pikiran dari siswa tersebut sehingga menjadi jelas,

-          Meminta siswa untuk memberi komentar, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membantu siswa memperjelas ide yang dimaksud dan mengembangkannya,

-          Menguraikan gagasan siswa dengan memberi ulasan dan tambahan informasi, atau contoh-contoh yang tepat, sehingga semua anggota kelompok memperoleh pengertian yang sama terhadap konsep yang sedang dibicarakan.

·           Menganalisis pandangan siswa

·           Menampilkan urunan siswa, dengan cara sebagai berikut:

-       Mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci yang menantang siswa untuk berpikir, sehingga memunculkan ide baru,

-       Memberiikan contoh-contoh baik verbal maupun non verbal pada waktu yang tepat. Contoh non verbal misalnya gambar, grafik, diagram, dan cerita atau narasi,

-       Menciptakan suasana diskusi yang terbuka dan bersahabat

-       Mengembangkan suasana kondusif di dalam kelompok, melalui pertanyaan-pertanyaan  yang mengundang perbedaan pendapat,

-       Memberi waktu yang cukup kepada anggota kelompok untuk berpikir, tanpa diganggu oleh komentar-komentar guru,

-       Memberii dukungan nyata  terhadap pendapat siswa dengan cara mendengarkan dengan penuh perhatian, memberiikan komentar positif, menampilkan mimik senang dan bangga terhadap mereka, serta menampilkan sikap bersahabat.

·           Menyebarkan kesempatan untuk berpartisipasi,dengan cara :

-       Mengeluarkan pernyataan untuk meyakinkan siswa bahwa dia pasti bisa. Bahwa dia pasti punya gagasan, bila disampaikan akan bermanfaat bagi teman-temanya di kelompok.

-       Mengatasi kondisi pembicaraan serentak (lebih dari satu orang bicara sacara bersamaan). Memberii kesempatan pertama untuk menyampaikan pendapat pada siswa yang pendiam.

-       Mencegah monopoli pembicaraan oleh siswa tertentu.

-       Mendorong siswa memberi komentar terhadap gagasan temannya, sehingga suasana diskusi menjadi hidup.

-       Apabila siswa di dalam kelompok tidak menemukan kesepakatan dari apa yang mereka debatkan, guru dapat menengahi dengan cara memilih salah satu pendapat, dan meyakinkan siswa dengan berbagai alas an bahwa pendapat inilah yang paling tepat.

·           Menutup diskusi

-       Membuat rangkuman hasil diskusi, dapat dilakukan oleh guru dengan menghimpun pendapat siswa dari semua kelompok. Ini juga dapat dilakukan guru dengan menunjuk satu atau dua kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. Guru berperan sebagai narasumber yang menarik benang merah dari apa yang disampaikan oleh siswa. Sehingga semua siswa di kelas mendapatkan konsep yang benar.

-       Memberiikan gambaran tindak lanjut atau menyampaikan topik diskusi berikutnya.

-       Bertukar pendapat dengan siswa tentang proses diskusi yang sudah berlangsung, untuk mengetahui pendapat siswa atau kepuasan mereka terhadap proses diskusi.

 

2.3.7   Keterampilan Mengelola Kelas

Keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses  pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar. Maka dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas, perlu memperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.

Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

a.         Tujuan pengelolaan kelas

Menurut (Usman, 2002)  pengelolaan kelas mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

·      Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.

·      Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

b.              Komponen keterampilan pengelolaan kelas

Menurut ( Wardani, 2005) komponen keterampilan mengelola kelas meliputi:

·      Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.

-       Memperlihatkan sikap yang tanggap dengan melihat secara jeli dan seksama, mendekatkan diri, memberikan sebuah pernyataan, atau memberi reaksi terhadap gangguan kelas.

-       Membagi perhatian secara visual dan verbal.

-       Memusatkan perhatian kelompok dengan cara menyiapkan siswa dan menuntut tanggungjawab siswa.

-       Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas.

-       Menegur secara bijaksana, yaitu secara jelas dan tegas, bukan berupa peringatan atau ocehan, serta membuat aturan.

-       Memberikan penguatan seperlunya.

·      Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.

-       Modifikasi tingkah laku. 

Dalam strategi ini, hal pokok yang harus dikuasai seorang guru adalah mengajarkan tingkah laku baru yang diinginkan dengan cara memberikan contoh, bimbingan dan meningkatkan munculnya tingkah laku siswa yang baik dengan memberikan penguatan.

-       Pengelolaan/ proses kelompok.

Dalam strategi ini kelompok dimanfaatkan dalam memecahkan masalah-masalah pengelolaan kelas yang muncul, terutama melalui diskusi.

-       Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. 

Dalam strategi ini perlu ditekankan bahwa setiap tingkahlaku yang keliru merupakan gejala dari suatu permasalahan.

·      Prinsip keterampilan pengelolaan kelas

Menurut (Wardani, 2005) dalam menerapkan keterampilan mengelola kelas perlu diingat 6 prinsip, yaitu:

-       Kehangatan dan keantusiasan dalm mengajar, yang dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan.

-       Menggunakan kata-kata atau tindakan yang dapat menantang siswa untuk berfikir.

-       Menggunakan berbagai variasi yang dapat menghilangkan kebosanan.

-       Keluwesan guru dalam pelaksanaan tugas.

-       Penekanan pada hal-hal yang bersifat positif.

-       Penanaman disiplin diri sendiri.

Sedangkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh (Usman, 2013) adalah sebagai berikut:

-                  Kehangatan dan keantusiasan

-       Tantangan

-       Bervariasi

-       Keluwesan

-       Penekanan pada hal-hal yang positif

-       Penanaman disiplin diri

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Keterampilan dasar mengajar adalah kemampuan atau keterampilan yang khusus dan harus  dimiliki oleh seorang pengajar. Keterampilan tersebut antara lain:

1.      Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran

2.      Keterampilan memberi penguatan

3.      Keterampilan bertanya

4.      Keterampilan menjelaskan

5.      Keterampilan mengadakan variasi

6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

7.      Keterampilan mengelola kelas

3.2 Saran

Sebagai seorang calon guru hendaknya keterampilan dasar mengajar ini kita pahami secara benar agar kelak dalam pelaksanaan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sehingga tujuan pembelajaran yang di inginkan dapat tercapai dengan baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://catatan-ufie.blogspot.com/2011/05/pengembangan-pembelajaran-bahasa.html

https://repository.unikama.ac.id/144/1/PENGEMBANGAN%20PEMBELAJARAN%20BAHASA%20PGSD.pdf

http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-MODES/PEMBINAAN_BAHASA_INDONESIA_SEBAGAI_BAHASA_KEDUA/12_BBM_10.pdf

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313273/pendidikan/PEMBELARAJARAN++BAHASA+INDONESIA+SI+PGSD.pdf

https://www.rijal09.com/2016/04/pengertian-pengembangan-pembelajaran.html#:~:text=Suparman%20menyebut%20pengembangan%20pembelajaran%20sebagai,efisien%20(Suparman%2C%201991).

https://lektur.id/sinonim-pengembangan/#:~:text=Kesimpulan,persamaan%20makna%20dengan%20kata%20lain.

https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1366&bih=657&ei=UvaHX_SpDavTz7sP6fa2AI&q=PENGEMBANGAN+ADALAH&oq=PENGEMBANGAN+ADALAH&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzICCAAyAggAMgIIADICCAAyAggAMgIIADICCAAyBggAEBYQHjIGCAAQFhAeMgYIABAWEB46BAgAEEc6BQgAELEDOgQIABBDOg4IABDqAhC0AhCaARDlAjoICAAQsQMQgwE6BwgAELEDEENQiBtYmooBYMaMAWgBcAJ4BIABswOIAfYZkgEKMTYuNC4xLjEuMpgBAKABAaoBB2d3cy13aXqwAQbIAQjAAQE&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwj0msDyhbbsAhWr6XMBHWm7DS8Q4dUDCAw&uact=5

https://cecepkustandi.wordpress.com/2015/08/19/keterampilan-dasar-mengajar-keterampilan-menjelaskan/

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2017/07/16/keterampilan-mengadakan-variasi/

https://areknerut.wordpress.com/2013/01/01/keterampilan-membimbing-diskusi-kelompok-kecil/

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2017/07/16/keterampilan-mengelola-kelas/

 

 

 

 

 

 

                                                                                                   


 

Komentar